Tampilkan postingan dengan label Karya Tulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya Tulis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Februari 2012

Keterpurukan

Di bibirnya terucap maaf
Di hatinya tersimpan dendam
Tetap baginya kita selalu salah
Tiada henti perang ini berjalan
Beribu tetesan air mata sakit hati yang tertorehkan
Perang batin ini sungguh menyiksa
Hingga tak mampu lagi diungkapkan dengan kata
Jabatan tangan dan permohonan maaf ini
Tak berarti lagi baginya
Tetap tertindas walau mencoba melawan
Tetap tertangkap walau sudah berlari kencang
Bingung tak bisa menghindar
Kini kami hanya duduk terdiam


By : Khansa Amira Rosyida
Pemenang Lomba Karya Tulis Class Meeting 2011

Keterpurukan

Di bibirnya terucap maaf
Di hatinya tersimpan dendam
Tetap baginya kita selalu salah
Tiada henti perang ini berjalan
Beribu tetesan air mata sakit hati yang tertorehkan
Perang batin ini sungguh menyiksa
Hingga tak mampu lagi diungkapkan dengan kata
Jabatan tangan dan permohonan maaf ini
Tak berarti lagi baginya
Tetap tertindas walau mencoba melawan
Tetap tertangkap walau sudah berlari kencang
Bingung tak bisa menghindar
Kini kami hanya duduk terdiam


By : Khansa Amira Rosyida
Pemenang Lomba Karya Tulis Class Meeting 2011

Zehn

Jalan jalan yang berliku, tinkungan tinkungan yang amat curam,
Kehidupan yang begitu rumit, Telah kita lalui bersama.
“Iterbiumku” maafkan diriku yang telah mengecewakanmu
Gemericik air yang menggodaku untuk mengecewakanmu
Kuakui aku adalah Iterium biasa yang muna, Yang tak dapat memegang perkataanku padamu.
Walaupun ku tak mengetahui hal ini, akhirnyapun kau akan menganggapku pengkhianat.
Arsipelago hatimu yang kau percayakan padaku, telah kukhianati atas perpisahan kita.
“Iterbiumku” kebersamaan kita ini tinggal kenangan
Tapi, ku ingin di sudut Antartika nan jauh disana kau masih menganggapku Sahabat.

By : Umaroh Anisa Zuma
Pemenang Lomba Karya Tulis Class Meeting 2011

Zehn

Jalan jalan yang berliku, tinkungan tinkungan yang amat curam,
Kehidupan yang begitu rumit, Telah kita lalui bersama.
“Iterbiumku” maafkan diriku yang telah mengecewakanmu
Gemericik air yang menggodaku untuk mengecewakanmu
Kuakui aku adalah Iterium biasa yang muna, Yang tak dapat memegang perkataanku padamu.
Walaupun ku tak mengetahui hal ini, akhirnyapun kau akan menganggapku pengkhianat.
Arsipelago hatimu yang kau percayakan padaku, telah kukhianati atas perpisahan kita.
“Iterbiumku” kebersamaan kita ini tinggal kenangan
Tapi, ku ingin di sudut Antartika nan jauh disana kau masih menganggapku Sahabat.

By : Umaroh Anisa Zuma
Pemenang Lomba Karya Tulis Class Meeting 2011

Copyright @ 2013 OSIS SMPIT Nurul Islam Tengaran.